Tentang Penulis dan Blog ini

Penulis adalah seorang dokter dan sehari-hari adalah dosen di Departemen Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar. Selain menekuni bidang medis, Penulis juga telah lama menjadi pemerhati sosial politik keagamaan dan memiliki keinginan untuk menjadi pengemban dakwah islam di tengah-tengah umat.

Seluruh tulisan yang ada di blog ini semata-mata adalah pendapat dan pandangan Penulis. Meskipun pandangan dan pendapat tersebut senantiasa diusahakan Penulis berdasarkan fakta dan data-data dari berbagai sumber serta pengalaman pribadi, pembaca diharapkan bisa menilai dan melakukan kajian silang (cross-checking) untuk mengevaluasi isi tulisan atau pendapat yang ada di blog ini.

Jikalau ada tulisan atau pendapat Penulis yang secara langsung atau tidak langsung memberikan implikasi tindakan atau prosedur klinis dan medis, itu tidak bisa menggantikan penilaian dan konsultasi dokter secara langsung, atau ahli kesehatan terkait lainnya.

Blog ini hanya dimaksudkan untuk memberi informasi tentang kesehatan secara umum khususnya yang terkait gizi dan penyakit terkait kepada masyarakat awam, dan wadah bagi Penulis untuk sumbang pemikiran serta bertukar pikiran dengan orang lain terkait masalah diluar tema kesehatan khususnya masalah terkait sosial-politik, pendidikan, keagamaan, dan tema-tema lain  khususnya yang terjadi di indonesia.

Semoga tulisan-tulisan yang ada di blog ini bisa bermamfaat bagi siapa saja,  komentar serta tanggapan pembaca akan selalu disambut dengan gembira dan mudah-mudahan bisa membantu memperbaiki kualitas tulisan berikutnya,  dan menambah wawasan kita bersama .

Terimah kasih telah berkunjung ke blog ini.

Wassalam

Aminuddin

Riwayat Pendidikan Penulis

  1. Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar, 2002
  2. Master of Nutrition & Dietetics, University of Sydney, Australia, 2007
  3. Doctor of Phylosophy (Ph.D) in Medical Science, University of Toyama, Japan, 2013

Penulis aktif  di Twitter: @Aminuddin001

 

 

Iklan

46 thoughts on “Tentang Penulis dan Blog ini

  1. Berawal dari bawa cucu kedokter yang bertitel SPA MARS yang bikin penasaran titel nya pasti bukan spesialis anak lulusan planet MARS akhirnya cari di google eh…. malah ada yang lebih lengkap bikin takjub semua titel dokter diulas disini, tadinya saya berfikir kok ya ada yang sptnya gk ada kerjaan menterjemahkan macam2 gelar tapi buntut2nya syukur alhamdulilah ada yang sempat2nya menuliskannya karena terus terang sangat-sangat bermanfaat untuk saya memilih dokter kelak
    Dari pengalaman yl. saya pernah salah pilih dokter untuk mengobati kakak yang luka dikakinya sementara beliau mengidap penyakit gula ternyata dokter itu adlah S PD untuk bidang penyakit tropis nah….buntutnya setelah 2 minggu baru kami pindah ke spesialis endokrin tapi….ya itu kakinya terpaksa diamputasi pengalaman buruk yang tak terlupakan anyway terimakasih banyak ya pak dokter aminuddin……

    • Terimah kasih kembali (Mbak) Emma telah memberi komentarnya. Semoga sehat selalu.
      Saya kira daftar yang saya tulis itu belum semua /lengkap.

  2. Selamat pagi dokter,

    Saya setuju dengan pendapat dokter yang menyatakan bahwa kita akan lebih sehat kalau kita berhenti makan sebelum kenyang. Yang ingin saya tanyakan apakah tiap-tiap orang mempunyai ukuran perasaan kenyang yang sama.

    Terima kasih Dok

    Salam

    Hartono Prasetyo

    • Selamat Pagi Pak Hartono,
      Saya berpendapat bahwa setiap orang memiliki “respon” kenyang yang berbeda. Salah satu yang menurut saya cukup berpengaruh adalah kebiasaan makan seseorang. Kebiasaan berarti suatu kegiatan yang dilakukan secara berkesinambungan dan berarti secara rutin dilakukan. Orang yang terbiasa makan dalam porsi besar, maka rasa kenyangnya baru tercapai pada tingkat konsumsi biasanya tersebut. Kalau dia makan hanya seperdua porsi maka orang tersebut akan merasa tidak puas. Namun kalau kemudian dia bisa mempertahankan porsi seperdua itu menjadi kebiasaan makannya, maka tubuhnya akan melakukan adaptasi untuk menyesuaikan dengan kebiasaan baru tersebut.
      Nah penyesuaian ini juga terjadi di tingkat molekuler Pak Hartono, dimana telah diketahui bahwa dengan mengurangi porsi makan, maka kerja insulin lebih baik, kerja hormon leptin (hormon yang turut berpengaruh dalam proses timbulnya rasa kenyang) juga lebih baik, metabolisme glukosa juga lebih baik.
      Masih ada faktor lain yang berpengaruh, namun penjelasan diatas yang saya anggap relevan dengan topik pembicaraan dan penrtanyaan Pak Hartono.
      Terimah kasih telah memberikan waktunya.

      • di tivi ada iklan dari sebuah produk suplemen serat yang mengampanyekan minumlah dia setelah makan, jadi kita tidak ada lagi nafsu mau tambah karena ada perasaan penuh/kenyang. menurut dokter gimana?

      • Untuk Red terima kasih telah mampir. Saya pribadi tidak pernah menyarankan untuk meminum suplemen apapun termasuk serat bagi mereka yang tidak mengalami hambatan dalam mengkonsumsi makanan biasa. Memperoleh serat dari makanan sehari-hari jauh lebih sehat dan lebih bergizi dibanding dari suplemen. Sebagai contoh memperoleh serat dengan mengkonsumsi sayuran dan buah juga berarti kita memperoleh vitamin dan mineral, serta zat gizi lainnya yang terkandung dalam makanan tersebut.
        Harus hati-hati pula mengkonsumsi suplemen serat karena efek samping mungkin terjadi, dan dalam jangka panjang efeknya juga belum bisa dipastikan apakah lebih baik atau malah lebih buruk bagi kesehatan.

      • Bagus sekali penjelasannya yang disampaikan secara ilmiah dan masuk akal. Saya minta izin menyampaikannya juga kepada orang lain. Semoga menjadi amal jariah.

      • Terima kasih Pak Arief Jauhari. Silakan Pak, kalau memang mau disampaikan. Semoga menjadi amal jariyah bagi Pak Arief Jauhari pula.

    • Terima kasih Mas Zulham Effendi atas pujiannya. Tulisannya boleh dicopy, dan blognya boleh dibacklink. Salam kenal dari saya, semoga sehat selalu.

    • Terima kasih Rasmadi atas pertanyaannya. Yang anda sebut diatas memang merupakan gejala-gejala klinis diabetes yaitu cepat lapar dan haus, sering pipis, disertai penurunan berat badan. Kalau gejala-gejala klinis tersebut ada disertai dengan gula darah yang tinggi lebih dari normal maka itu sudah bisa diagnosa diabetes. Tapi kalau hanya berdasarkan gejala klinis saja, maka kita belum bisa menentukan karena bisa saja disebabkan oleh kelainan yang lain. Jadi jawaban atas pertanyaan saudara, gejala tersebut tidak selalu benar gejala diabetes. Kalau gejala itu ada, maka diperlukan pemeriksaan gula darah dan pemeriksaan yang lain untuk menentukan apakah itu diabetes atau bukan.

    • Terima kasih Pak arif atas pertanyaannya. merasa mengantuk setelah makan terutama pada siang hari itu hal normal terjadi Pak Arif. Ini sudah dibuktikan oleh penelitian, bahwa orang yang makan pada pagi menjelang siang atau pada siang hari cenderung mengantuk setelah makan. Orang merasakan sedikit malas, mau beristrahat, kesadaran agak sedikit terganggu, berpikir kurang tajam, sesudah makan. Juga diketahui bahwa orang yang habis makan cenderung bersahabat, tdk mudah marah.
      Apa yang menjadi alasannya, sampai sekarang para ahli pun masih belum terlalu tahu. Dari percobaan-percobaan binatang diketahui bahwa makanan juga memiliki efek sedatif, yaitu efek yang menenangkan, dan makanan yang tinggi lemak memiliki efek kantuk yang lebih besar dibanding dengan makanan yang tinggi karbohidrat. Ada ahli yang menduga bahwa efek kantuk ini, berkaitan dengan interaksi nutrien atau zat gizi makanan dengan dinding usus halus, produksi hormon-hormon pencernaan serta efek pada susunan saraf pusat di otak. Jadi mekanismenya begitu kompleks.
      Kesimpulannya, Pak arif tdk usah khawatir dengan perasaan kantuk setelah makan itu, karena itu merupakan respon normal saja, meski antara satu orang dengan orang yang lain tentu ada perbedaan respon.

  3. pak dokter, tolong saya diberi informasi tentang PUFA, fungsi atau kegunaan, serta proses atau mekanisme pembuatan pufa melalui apa saja. trma kasih

    • Terima Kasih Pak Adhy atas pertanyaannya. Berikut ini akan saya jelaskan secara singkat sesuai dengan permintaan Pak Adhy.
      PUFA (Polyunsaturated fatty acid) atau asam lemak tak jenuh dalam Bahasa indonesia adalah asam lemak yang memiliki lebih dari satu ikatan ganda pada rantai karbonnya. Ada begitu banyak jenis PUFA, namun untuk membatasi pembicaraan saya hanya akan membahas dua diantaranya yaitu PUFA Omega 3 dan Omega 6. Perbedaan keduanya dari sudut pandang senyawanya hanya pada letak rantai ganda pertama. Pada Omega 3 rantai ganda pertamanya terletak pada rantai karbon yang ketiga dari gugus karboksilnya, sementara Omega 6 terletak pada rantai karbon yang ke-enam.
      PUFA Omega 3:
      Ada begitu banyak jenis asam lemak yang termasuk dalam golongan Omega 3 ini namun secara umum hanya ada tiga jenis PUFA Omega 3 yang sejauh ini telah diketahui dengan jelas kepentingannya untuk kesehatan dan relevan untuk dibicarakan yaitu alpha linolenic acid (ALA), eicosapentanoic acid (EPA), dan Docosahexanoic acid (DHA). Saya kira Pak Adhy dan masyarakat pada umumnya sudah pernah mendengar setidaknya tentang EPA dan DHA. Banyak sekali susu formula dan makanan bayi yang mengiklankan tentang EPA dan DHA ini bukan?
      Sebenarnya tubuh memiliki kemampuan untuk membuat sendiri ketiga jenis asam lemak Omega 3 diatas. Tubuh dapat mengubah ALA menjadi EPA dan kemudian DHA melalui proses yang disebut desaturasi, namun demikian kemampuan tubuh untuk ini boleh dibilang terbatas, oleh karena itu sangat penting untuk mendapat EPA dan DHA ini dari makanan kita sehari-hari.
      DHA dan EPA adalah merupakan komponen membran semua sel-sel tubuh termasuk sel-sel di organ-organ yang penting misalnya saja otak dan mata (ini sering menjadi fokus iklan-iklan susu formula dan suplemen bayi yang lain). Karena merupakan komponen membran sel semua jaringan tubuh, maka kegunaannya menjadi strategis. Ada banyak penelitian yang berusaha mencari mamfaat kesehatan suplementasi EPA dan DHA ini pada manusia terutama pada bayi.
      Namun sesungguhnya kita bisa memperoleh ini dari makanan kita sehari-hari. Sumber DHA dan EPA yang paling banyak dan murah adalah ikan terutama ikan yang hidup di air dingin dan dalam seperti tuna, salmon dan lain-lain atau ikan yang kalau dibakar kelihatan mengeluarkan banyak minyak. Jadi mengkonsumsi ikan secara teratur dan cukup bisa menjadi sumber Omega 3 yang penting. Daging merah dan daging ayam juga mengandung Omega 3 namun dari jenis ALA, namun demikian tubuh memiliki kemampuan yang terbatas untuk mengubah ini menjadi DHA dan EPA.
      Jadi Pak Adhy tidak usah repot-repot memikirkan bagaimana PUFA dibuat, karena semuanya ada dalam makanan kita. Kebanyakan suplemen DHA dan EPA yang ada baik berupa kapsul minyak ikan dan yang dicampur di susu formula juga sebenarnya berasal dari makanan alamiah.
      Omega 6:
      Berbeda dengan Omega 3, Omega 6 banyak terdapat pada minyak dari tumbuhan seperti minyak kedele, minyak jagung dan lain-lain. Omega 6 ini merupakan bahan pembuatan zat yang dinamakan Arachidonic Acid dalam tubuh. Arachidonic Acid ini kemudian diubah oleh tubuh menjadi banyak zat-zat lain yang diperlukan oleh tubuh untuk fungsi-fungsi tertentu seperti prostaglandin, Tromboxan dan leukotrien yang penting bagi fungsi fisiologis tubuh seperti dalam respon kekebelan tubuh, pembekuan darah dan lain-lain. Omega 6 ini juga merupakan komponen membran semua sel tubuh jadi fungsinya seluas dengan Omega 3.
      Yang paling penting dicatat bahwa Omega-6 merupakan bahan penting bagi sistem kekebalan tubuh yang bila dipicu oleh rangsangan tertentu agak menimbulkan rasa kurang enak bagi tubuh seperti misalnya rasa sakit, asma. Mungkin Omega 6 ini bisa dinamakan asam lemak `rasa sakit`karena merupakan bahan dasar untuk pembuatan zat-zat yang diperlukan oleh tubuh untuk respon rasa sakit, pembengkakan dan lain-lain. Nah banyak diantara obat anti rasa sakit yang bekerja melawan kerja arachidonic acid ini.
      Sebenarnya Omega 3 dan Omega 6 ini saling bersaing untuk menjadi komponen membran sel. kalau kita terlalu banyak mengkonsumsi Omega 6 maka ratio jumlahnya akan meningkat dan ini agak kurang bagus bagi mereka yang memiliki penyakit-penyakit pembengkakan yang kronis seperti penderita rematik asma dan lain-lain meskipun ini masih perlu banyak penelitian. Nah bagi pasien-pasien ini disarankan untuk lebih banyak mengkonsumsi Omega3 agar bisa melawan efek Omega ini.
      Demikian penjelasan singkat saya.

      Sumber: dari berbagai sumber (NB: anda bisa cari banyak referensi sendiri di internet seandainya anda membutuhkan penjelasan yang lebih detail)

    • Upik yang baik, bisa jadi ada hubungan, bisa juga tidak. Kalau setiap kali makan malam-malam dengan menu yang berbeda-beda lantas mengalami diare,mungkin ada baiknya jangan makan malam-malam.
      Malam-malamnya pukul berapa ya?
      Mungkin saatnya Mas Upik tidak membujang lagi kali ya.

  4. assalamualaikum.pak dokter mau tnya,bagaimana dengan orang yg hanya bisa BAB jika minum dulu obat pencahar?apakah itu berbahaya?soalnya klo ga minum obat itu sampe seminngu pun dia g mau BAB?

    • Waalaikusalam wr wb.
      Evih yang baik. terlalu sering memakai obat pencahar tidak bagus. Tergantung obat pencaharnya, efek sampingnya bisa bermacam-macam. Sebagai contoh, ada obat pencahar yang kerjanya bersifat iritan terhadap dinding usus, dalamjangka panjang malah bisa membuat orang mengalami diare kronik, perut kram, dan pembengkakan usus.
      Harus dicari penyebab mengapa hanya bab dengan obat pencahar. Bisa gangguan organik atau gangguan pada organ pencernaan yang begitu banyak macamnya. Bisa pula karena faktor diet dan cairan yang kurang.
      Kalau memang tidak ada penyakit yang menyebabkannya, mungkin karena diet yang kurang serat dan atau asupan cairan yang kurang. Berikut ini saran saya terkait dengan pendekatan diet dan gaya hidup:
      1. perbanyak makan sayuran hijau dan buah. Sayuran minimal 3 porsi dan buah buahan 2 porsi.

      2. cukupkan asupan cairan~ 8-10 gelas per hari (2-2,5 liter)
      3. Setelah bangun tidur sehabis menggosok gigi, coba minum air putih satu gelas penuh.
      4. lakukan olahraga ringan seperti senam dalam kamar agar metabolisme dan jalannya pencernaan jadi lancar.
      5. jangan ragu periksa ke dokter apabila memang gejala ini berlanjut.

  5. Pak Dokter, apa sebabnya jika minum kopi penguat stamina kepala jadi punyeng? apa bahaya jika terlalu sering minum kopi tersebut? memang hubungan intim dengan istri lebih baik sih.

  6. Ass.wr.wb slmt malam pak dokter,sy mau ty.anak saya sudah lama alergi sama udara pagi,debu.Sudah sering ke dokter tp gak sembuh2.akhirnya sy memutuskan berhenti saja soalnya kasihan klo kebanyakan makan obat.soalnya setiap hari mesti ingusan..dulu pernah sembuh sewaktu terapi di bandung(di fisioterapi(dipanasi punggungnya,dipijat sambil ditepuk2 dan pake nebulizer)tapi berhubung sy kembali ke blitar therapi itu tidak berlanjut.bagaimana utk menyembuhkan penyakit tsb tapi tidak mengkonsumsi obat2an? terimakasih sebelumnya..O ya pak dokter artikel nya bagus sekali,boleh saya backlink?

    • waalaikumsalam wr wb. Bu Tita yang baik, terima kasih telah berkunjung.
      Saya menyangka anak ibu alergi dengan debu rumah. Debu rumah itu beda dengan debu yang ada di luar rumah umpamanya yang ada di jalan, karena debu rumah mengandung kutu yang sangat kecil. Sebenarnya yang paling bersifat alergen (yang menyebabkan alergi) itu paling sering adalah kotorannya kutu. Biasanya anak yang alergi debu rumah itu, pernafasannya lebih baik kalau mereka diajak keluar rumah.
      Oleh karena itu saya sarankan rumah harus sering dibersihkan, terutama perabot perabot dan barang-barang yang di kamar tidur anak. Kalau memungkinkan, kamar tidur anak harus lapang dan bebas dari segala macam tetek bengek yang bisa mengumpulkan debu seperti misalnya buku-buku/kertas-kertas tua, tumpukan barang-barang tak terpakai. Kamar anak juga harus memiliki ventilasi yang lancar. Kalau bisa kasur dan bantal anak ibu harus sering dijemur, biar kutunya mati, dan dihempas-hempaskan, biar debu dan kotoran kutu bisa berkurang. Kalau bisa beli yang baru dan anti alergi lebih baik.
      Begitu juga rumah secara keseluruhan harus bersih.
      Alergi debu pada anak bisa memicu asma mulai dari yang ringan sampai berat. Batuk-batuk kering terutama pada malam hari saat tidur bisa merupakan tanda ringan dari asma.
      Sering-seringlah ajak anak ibu untuk berolah raga ringan, berenang , jalan jalan di taman agar memeproleh udara yang segar.
      Alergi itu tidak ada obatnya Bu Tita, jadi penyebabnya itu yang harus dihindari.

  7. Selamat malam dokter.
    Dok, saya mau nanya.
    Ketika dokter SMA dulu cara belajar dan waktu belajar dokter bagaimana ?
    Apa ini cita-cita dokter sejak dulu ?
    Saya murid SMA dok, saya ingin nantinya bisa seperti dokter Aminuddin. Kalau saya pribadi jam belajar itu setiap hari selalu diatur, belum lagi tugas dari guru, dan waktu bertemu teman pun jarang. Apa dokter ketika SMA dulu seperti itu ?
    Kalau ada waktu mohon balasannya ya dok. Terima kasih.

    • Silka Afifah yang pintar

      Belajar itu sebenarnya tidak boleh jadi beban. Belajar harus bisa jadi kegiatan yang menyenangkan. Masing-masing orang punya cara sendiri bagaimana bisa membuat belajar jadi lebih menyenangkan.
      Kalau dulu saya suka baca, buku apa saja, bisa buku cerita, majalah anak-anak untuk mengisi waktu luang. Jangan melulu belajar. Harus ada selingan seperti misalnya main olahraga. Dulu saya suka main bola sama teman-teman.
      Belajar memang seharusnya teratur, tapi jangan diporsir. Menurut saya 1-2 jam sehari sudah cukup, dan waktunya bisa dipilih kapan saja tergantung keinginan dan kesempatan Silka.
      Sejak SMA kelas tiga, seingat saya ya, saya berminat jadi dokter. Saya doakan ya Silka supaya lebih menyenangkan belajarnya. Kalau mau jadi dokter, masih banyak waktu untuk mempersiapkan diri. Belajar dan berdoa, jangan lupa rajin membantu orangtua.

      • Begitu ya dok.
        Kalau faktor pertemanan mungkin berpengaruh juga ya dok, karena disekolah semua teman saya itu mereka orang-orang yang rajin belajar. Bisa dibilang berambisi dalam belajar, apalagi ketika mau ulangan. Ya mungkin saya juga jadi terbawa kebiasaan teman-teman saya yang seperti itu.

        Mulai dari hari ini sampai seterusnya, saya coba untuk belajar lebih menyenangkan.
        Terima kasih ya dok, sudah mau membalas.

  8. Sore dok, saya riska, saya mahasiswa yg sedang melakukan penelitian ttg antidiabetes, saya menggunakan induksi aloksan untuk membuat tikus diabetes dan menggunakan kontrol positif metformin.apakan bisa dok ? Karena saya mencari data di internet tidak menemukan alasan digunakan metformin sbgai kontrol positif.

    • Riska Wulandari yang saya banggakan

      Saya selalu senang dengan mahasiswa yang senang meneliti seperti Riska. Semoga penelitiannya bisa menambah ilmunya ya.
      Diabetes yang diinduksi dengan aloksan adalah diabetes tipe satu yang diakibatkan oleh kerusakan sel beta pankreas. Menggunakan kontrol positip itu tergantung pertanyaan yang mau dijawab.
      Sebagai contoh; seorang mahasiswa ingin meneliti efek antipiretik suatu bahan alam atau obat baru, tentu yang dipakai sebagai kontrol positip adalah antipiretik yang sudah diketahui misalnya paracetamol. Jadi tergantung apa yang mau dijawab.
      Nah sekarang, masalah apa atau pertanyaan apa yang Riska mau jawab? Berangkat dari situ kita bisa desain penelitiannya.

      • saya berniat untuk meneliti aktivitas antidiabetes dari bahan alam, bahan alam tersebut menurut literatur dapat menurunkan hiperglikemia pada tikus. menurut bapa, sebaiknya obat apa yg bagus yang dapat di gunakan untuk kontrol positif nya ? karena saya berniat menggunakan induksi aloksan agar tikus tersebut mengalami diabetes.
        terimakasih dok sebelum dan sesudahnya 🙂

      • Sepengetahuan Riska bagaimana bahan alam itu menurunkan gula darah? Apa menghambat absorpsi glukosa? Meningkatkan sekresi insulin? ataukah bahan alam itu bisa mengganti insulin? ataukah meningkatkan sensitiitas insulin?
        Pertanyaan ini penting dijawab untuk memutuskan kontrol positip. Apa memang sasarannya diabetes tipe 1 atau 2?

      • Kalau memang belum tahu mekanisme kerjanya, bisa sja desainnya dengan membandingkan hewan coba dengan dan tanpa pemberian bahan alam tersebut. Kontrolnya dengan pemberian bahan yang tidak aktif.
        Pertanyaan berikutnya, bagaimana rute pemebrian bahan alam itu? lewat mulut?suntik?
        Apa bahan alamnya berupa ekstrak?
        Itu semua hal-hal yang perlu dijawab Riska

  9. Dok, mau tny d leher sy ada pembengkakan kelenjar getah bening hasil fn ab limfadenitis non spesifik yg kanan dan yg kiri abses coli. Apakah keduanya musti d angkat? D operasi o dokter bedah umum? Mksh

  10. jazakumulloh khoiron katsiron atas ilmunya dokter.
    meskipun baru pertama saya baca blog ini banyak sekali ilmu yang saya dapatkan. saya mahasiswa prodi nutrisi dan teknologi pangan. saya sangat suka dengan artikel, pembahsan, dsb yang berkaitan dengan medis terutama masalah gizi.
    salam silaturahmi dari saya dokter

  11. terima kasih ats tulisan2 nya dok.. sangat membantu !!

    oh yah saya sedang mengalami masalah pencernaan , saya berfikir saya itu makan banyak , tapi sudah dua minggu ini BAB saya sedikit sekali ,, tapi saya gak ngerasa mulles ,, atau pun merasa bab keras ,, seperti saya makan lalu makanan itu hilang di perut saya , tak ada ampas yang keluar .. tak ada rasa ingin BAB, kallau untuk seperti itu lebih baik saya konsultasi ke dokter apa yah biar cepat penangangannya dan mungkin dokter bisa membantu apa yang terjadi dengan saya ??

    terimakasih dokter !!

    • Ayu Wulandika yang baik
      Untuk keluhan tersebut saya menganjurkan beberapa tips di bawah ini:
      1. coba rajin berolahraga sekitar 30 menit sehari biar pencernaan juga bisa ikut lancar
      2. minumlah air yang cukup sedikitnya 8-10 gelas per hari
      3. perbanyak makan sayur dan buah; usahakan makan sayur 3-5 porsi sehari, satu porsi sama dengan sayuran yang telah ditiriskan sebanyak 1 gelas (kurang lebih ukuran 250 ml) atau 100 gram. Makan buah 2-3 porsi sehari, satu porsi contohnya 1 apel kecil, 1/2 gelas buah yang telah dipotong-potong berbentuk kubus, 1 pisang kecil-sedang.

  12. assalamu`alaikum pak aminuddin, salam kenal dan hormat untuk pak aminuddin, Saya ahmad andi, saya bertugas di Universitas negeri medan sebagai tenaga pengajarnya. Pak aminuddin, belakangan ada pertanyaan yang menjadi fikiran saya pak, perihal imunisasi untuk anak. seberapa penting imunisasi itu menurut bapak? apakah berjalannya waktu, penyakit juga bertambah jenisnya sehingga tubuh manusia membutuhkan bantuan/treatment dari luar (vaksin imunisasi) untuk bisa bertahan hidup pak? Kalaulah ada waktu pak aminuddin, bisa lah kiranya menjawab pertanyaan saya ya pak.. 🙂 Terimakasih sebelumnya pak aminuddin, Mudah-mudahan Allah SWT menjaga bapak..

    • Waalaikumsalam wr wb
      Pak Ahmad Andi terima kasih dengan pertanyaannya
      Mohon maaf cukup lama jedah pertanyaan Bapak dengan jawaban saya karena kesibukan dan lain hal menyebabkan saya lambat merespon.
      Imunisasi penting bagi anak untuk menumbuhkan kekebalan terhadap penyakit infeksi tertentu. Biasanya imunisasi diarahkan untuk jenis penyakit infeksi yang gampang menular dengan cepat dan potensial menimbulkan kecacatan dan kematian.
      Penyakit itu secara grais besar ada 2: Penyakit non infeksi (non communicable diseases) dan penyakit infeksi. Penyakit non infeksi ini banyak macamnya dan sebagian besar karena ada hubungan dengan gaya hidup yang tidak sehat (penyakit degeneratif) seperti diabetes tipe II karena kegemukan, sakit jantung koroner, stroke, hipertensi, dan lain-lain dimana di dalamnya faktor genetik (turunan) dan lingkungan sama-sama berkontribusi. Untuk penyakit ini gaya hidup yang sehat dan gizi yang seimbang bisa mencegah atau menurunkan jumlahnya.
      Penyakit infeksi disebabkan oleh agen-agen infeksius berupa virus, bakteri, jamur, parasit. Nah sebagian penyakit infeksi ini sekarang bisa dicegah dengan pemberian imunisasi. Pemberian imunisasi ini akan menimbulkan kekebalan terhadap agen infeksi yang spesifik sesuai dengan vaksinnya, sebagai contoh vaksin campak bisa menimbulkan kekebalan terhadap virus campak. Vaksin DPT bisa memberikan kekebalan terhadap tiga jenis bakteri yaitu Difteri, Pertusis, dan tetanus, dst.
      Akhir-akhir ini bertambah gencar golongan tertentu dari masyarakat yang menolak vaksin (anti vaksin) karena berbagai alasan seperti alasan kehalalan vaksin dan lain lain sebagainya.
      Ini sangat berbahaya kepada masyarakat kalau jumlahnya semakin bertambah. Para ahli berkeyakinan bahwa proteksi vaksin kepada masyarakat baru bisa aman jika tingkat vaksinasi minimal 95% cakupannya. Jika jumlah anak yang menolak divaksinasi semakin bertambah, maka besar kemungkinan penyakit-penyakit infeksi yang berbahaya yang dulunya bisa terkontrol menjadi bangkit dan menjadi ancaman lagi.
      Contoh kasus penyakit difteri yang sangat berbahaya karena bisa menyebabkan kematian: baru-baru ini dilaporkan adanya kejadian kasus difteri di 20 provinsi, dimana 11 diantaranya merupakan kejadian luar biasa (KJD). Data dari Kemenkes menunjukkan bahwa kebanyakan kasus difteri tersebut dialami oleh anak yang tidak pernah imunisasi atau tidak lengkap imunisasi DPT-nya. Kalau terjadi wabah, maka ada kemungkinan anak-anak yang pernah diimunisasi DPT juga bisa terkena secara meluas, karena kekebalannya juga bisa sudah menurun, meski gejala klinik kalau terkena bisa jauh lebih ringan.
      Demikian Pak Ahmad penjelasan saya. Mohon maaf jika kurang lengkap.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s