Kegemukan (Obesitas) dan Resiko Terkena Kanker dan Tips Pencegahannya


Obesitas meningkatkan resiko terkena kanker

Bukti-bukti penelitian mengenai keterkaitan obesitas dengan penyakit degeneratif sangat banyak dan kuat. Telah diketahui bahwa obesitas sangat terkait bahkan bisa disebut sebagai penyebab penyakit-penyakit degeneratif seperti diabetes tipe II, Hipertensi, dyslipidemia, penyakit jantung Koroner, dan stroke.  Salah satu penyakit degeneratif yang menakutkan yang juga punya hubungan erat dengan obesitas yang akan kita bahas pada tulisan ini adalah kanker atau tumor ganas. Hubungan obesitas dan kanker meski belum bisa dipastikan sebagai hubungan kausal atau hubungan sebab akibat, namun diyakini bahwa obesitas meningkatkan resiko seseorang mengalami kanker. Data menunjukkan bahwa 14-20% kematian akibat kanker pada laki-laki dan wanita disebabkan oleh kondisi kelebihan berat badan (Font-Burgada, Sun and Karin, 2016).

 Mari kita lihat tingkat resiko terkena kanker tertentu dengan peningkatan 5 poin Indeks Massa Tubuh (IMT) seseorang  seperti yang terlihat pada tabel di bawah (Calle and Thun, 2004). Peningkatan IMT 5 poin yang dimaksud ini dari IMT 23 ke 28, 24 ke 29,  28 ke 32 dan seterusnya. Untuk menghitung IMT, Anda hanya membutuhkan data berat badan (Kg) dan tinggi badan (Meter), lalu dihitung berdasarkan rumus BB (kg)/TB2 (m).

Jenis Kanker Relative Risk (Tingkat Resiko)
Laki-laki
Adenocarcinoma esophagus (kanker kerongkongan)

Kanker Tiroid

Kanker Usus Besar

Kanker Ginjal

Kanker hati

1.52

1.35

1.24

1.24

1.24

Wanita
Kanker Endometrium (dinding rahim)

Kanker Kandung Empedu

Adenocarcinoma esophagus

Kanker Ginjal

Leukemia

Kanker Tiroid

Kanker Payudara (Setelah Menopause)

1.59

1.59

1.51

1.34

1.17

1.14

1.12

Sebagai contoh, jika Anda seorang perempuan dengan IMT 28 maka resiko Anda terkena kanker dinding Rahim 1,59 kali lipat dibanding wanita yang punya IMT 23.

Yang menarik adalah penelitian yang menunjukkan bahwa disamping tingkat obesitas, tinggi gula darah juga meningkatkan resiko terkena kanker tertentu (Moore et al., 2018). Ada orang yang mempunyai berat badan berlebih atau obesitas namun mereka secara metabolik masih sehat yaitu ditandai dengan gula darah yang masih normal, sementara yang lain sudah mengalami peningkatan. Penelitian Moore ini menarik karena merupakan analisis data Studi Framingham yang terkenal itu.

 Penelitian Moore dan kawan-kawan menunjukkan bahwa orang dewasa dengan IMT > 25 , WHtR (Waist to Height Ratio) > 0.51 (Laki-laki), > 0.57 (Wanita), dengan gula darah sewaktu > 125 mg/dl memiliki resiko 2 kali lipat untuk terkena kanker (kanker payudara setelah menopause,  organ reproduksi, usus, hati, kandung empedu, pancreas, ginjal, kerongkongan) sementara yang gula darahnya normal hanya 1,5 kali lipat. Orang dewasa yang punya berat badan normal dengan gula darah yang tinggi tidak mengalami peningkatan resiko. Khusus bagi wanita, yang memiliki berat badan lebih dan gula darah yang meningkat memiliki resiko 2,6 kali lipat terkena kanker organ reproduksi (kanker serviks, endometrium, rahim) dan kanker payudara setelah menopause dibanding wanita dengan berat badan berlebih dengan glukosa darah yang normal. Sebagai catatan untuk menghitung WHtR, Anda perlu mengukur lingkar perut (caranya Anda bisa baca di sini) dan tinggi badan dan dihitung menurut rumus Lingkar Perut (cm)/Tinggi Badan (cm).  Contoh, kalau Anda seorang laki-laki dengan lingkat perut 120 cm dan tinggi badan 165 cm maka WHtR Anda adalah 120/165= 0.727 yang berarti Anda memiliki ratio yang lebih tinggi dari 0.51. Kalau IMT Anda misalkan 25 dan glukosa darah sewaktu (GDS) 129 mg/dl berarti Anda punya resiko 2 kali lipat dari orang yang normal untuk menderita kanker. Namun  penelitian ini adalah penelitian observasional yang  hanya bisa melihat hubungan keterkaitan semata, bukan hubungan sebab akibat. Disamping itu interpretasinya harus dilihat dengan pendekatan komunal/masyarakat bukan individual.

Bagaimana obesitas bisa memicu terjadinya kanker?

Terjadinya kanker terkait obesitas bisa berbeda di setiap organ, bahkan mekanisme terjadinya sampai sekarang masih belum bisa dipastikan. Namun ada beberapa indikasi yang dipercaya mengapa obesitas itu bisa memicu timbulnya kanker(Font-Burgada, Sun and Karin, 2016). Yang pertama adalah terjadinya reaksi radang ringan kronis pada sel-sel lemak pada obesitas yang menghasilkan zat-zat yang memicu terjadinya tumbuhnya tumor baik berupa zat radang maupun hormone-hormon tertentu. Yang kedua, terjadinya resistensi insulin, suatu keadaan dimana sel-sel tubuh menjadi tidak peka lagi terhadap insulin yang mengakibatkan peninggian insulin dan gula darah. Insulin dan gula darah yang tinggi dipercaya merupakan pemicu tumbuhnya sel-sel kanker. Yang ketiga, pada obesitas diketahui terjadi perubahan microflora dalam usus karena adanya komposisi diet yang biasanya tinggi lemak dan kurang serat makanan. Perubahan microflora usus ini bisa menyebabkan peradangan ringan kronis secara sistemis dan tumbuhnya bakteri jahat yang menghasilkan zat yang memicu tumbuhnya sel kanker. Yang keempat, gangguan kerja sel-sel imun sehingga tidak bisa mematikan sel-sel tumor yang sedang tumbuh

Gaya hidup yang bagaimana untuk mencegah kanker terkait obesitas?

Sebenarnya ada dua hal yang bisa dilakukan untuk mencegah obesitas dan kanker. Yang pertama adalah pendekatan diet yang sehat dan seimbang dan yang kedua adalah aktivitas fisik berupa olahraga yang teratur.

Untuk mencegah kelebihan berat badan diperlukan kesadaran untuk tetap menjaga kestabilan berat dalam kisaran normal. Berat badan dalam kisaran normal untuk orang Indonesia adalah dengan IMT antara 18,6-22,9. Untuk itu diperlukan asupan kalori yang cukup dan tidak berlebihan. Disarankan untuk menimbang berat badan secara teratur tiap minggu untuk memonitor kestabilan berat badan. Timbanglah berat badan Anda di pagi hari sebelum makan minum dan berolahraga dan dianjurkan pada waktu yang sama. Makan, minum dan berolahraga bisa berpengaruh pada berat badan Anda. Jika terjadi peningkatan, maka secara sederhana perlu mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsi, atau lebih meningkatkan aktivitas fisik agar berat badan stabil. Jika seumpama Anda menambah berat badan (lemak tubuh) sebanyak ½ kg dalam seminggu, berarti Anda kelebihan kalori berkisar 500-600 kalori per hari. Pertimbangkan untuk mengurangi porsi makanan atau mengurangi kalori yang dikonsumsi yang caranya bisa bermacam-macam seperti menghindari makanan yang  padat kalori  seperti makanan yang manis-manis dan berlemak, bisa juga mengurangi jumlah karbohidrat yang dikonsumsi.

Vibrant Produce

Sayur dan Buah Sumber Serat dan Zat Pencegah Timbulnya Kanker (Gambar dari https://naturespulchritude.wordpress.com)

Untuk aktivitas fisik, dianjurkan berolahraga setiap hari selama 30 menit. Pilihan yang baik antara lain senam, bersepeda, atau jogging. Latihan beban 2-3 kali seminggu juga dianjurkan untuk menjaga massa otot.

Perbanyaklah mengkonsumsi sayuran dan buah. Dalam sehari Anda dianjurkan mengkonsumsi sayuran sebanyak 4-5 porsi, buah 3-4 porsi. Satu porsi sayuran kira-kira setara dengan ½ cangkir sayuran daun yang telah dimasak dan ditiriskan. Satu porsi buah contohnya satu apel sedang, satu pisang sedang, atau setengah cangkir buah yang dipotong dadu. Sayuran dan buah merupakan sumber serat makanan yang sudah diketahui bisa mencegah kanker terutama kanker usus besar. Serat juga baik untuk menjaga microflora yang sehat dalam usus. Sayuran dan buah juga merupakan sumber antioksidan serta zat-zat lain yang bisa mencegah terjadinya kanker.

Kurangi makanan yang berlemak tinggi, daging merah, susu full cream. Dianjurkan untuk mengkomsumsi susu rendah lemak atau skim sebagai sumber kalsium. Untuk masakan pilihlah sumber minyak yang sehat yang banyak mengandung lemak tidak jenuh seperti olive oil, minyak wijen, minyak bunga matahari dan lain-lain.

Tidak merokok dan tidak minum alcohol adalah dua hal dianjurkan untuk mengurangi resiko terjadinya kanker.

Kepustakaan

Calle, E. E. and Thun, M. J. (2004) ‘Obesity and cancer’, Oncogene. Nature Publishing Group, 23(38), pp. 6365–6378. doi: 10.1038/sj.onc.1207751.

Font-Burgada, J., Sun, B. and Karin, M. (2016) ‘Obesity and Cancer: The Oil that Feeds the Flame’. doi: 10.1016/j.cmet.2015.12.015.

Moore, L. L. et al. (2018) ‘Metabolic Health Reduces Risk of Obesity-Related Cancer in Framingham Study Adults’. doi: 10.1158/1055-9965.EPI-14-0240.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s