Tahukah Anda? Kesenjangan pendapatan masyarakat Indonesia semakin melebar sejak Zaman Reformasi


Kalau kita perhatikan Koefisien Gini Indonesia, tampak bahwa kesenjangan pendapatan masyarakat secara perlahan tapi pasti semakin melebar sejak Zaman Reformasi (lihat gini)1. Peningkatan kesenjangan itu tampak di semua provinsi. Meski indeks ini jauh dari sempurna, namun cukup valid  dipakai untuk melihat secara garis besar tingkat pemerataan pembagian kue pembangunan.

Dikatakan bahwa koefisien Gini  0.4 merupakan batas kritis dimana kesenjangan tersebut bisa memicu ketidakstabilan politik dan sosial. Artinya, jika koefisien tersebut terus meningkat diatas batas kritis 0.4 maka kerawanan politik dan sosial akan meningkat pula.2

Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi koefisien Gini adalah meningkatkan pendapatan segmen masyarakat bawah. Sampai saat ini, masyarakat kita yang masih hidup dibawah garis kemiskinan masih kurang lebih 28 juta orang. Upaya meningkatkan pendapatan rakyat miskin dan kelas menengah  dengan membuka lapangan kerja baru, meningkatkan upah minimum kerja, dan mencegah liberalisasi perekrutan sumber daya manusia yang terlalu menguntungkan korporasi adalah hal-hal yang bisa dipertimbangkan. Pemangku amanah di jajaran pemerintahan tentu sudah memiliki strategi untuk itu. Namun kita butuh kerja yang berani dengan hasil yang cepat. Langkah berani diperlukan karena sering kebijakan pemerintah selama ini hanya menguntungkan segelintir orang di Republik ini. Reformasi kebijakan tentu akan mendapatkan tantangan dari segelintir orang ini yang tidak mau privilege nya berkurang.

Ketimpangan ekonomi ini diakibatkan oleh adanya kesalahan struktural dalam kebijakan negara. Dengan kata lain, Negara ini masih dikelola tidak profesional, atau memimjam istilah Ibu Sri Mulyani Negara ini masih dikelola ala kadarnya. Hasilnya bisa terlihat sekarang ini, kekayaan 1 persen dari penduduk segelintir itu sama dengan kekayaan 100 juta penduduk lainnya. Bahkan menurut laporan Oxfam dan INFID kekayaan empat orang terkaya indonesia sama dengan kekayaan 100 juta penduduk indonesia (40% penduduk Indonesia).

Pertumbuhan ekonomi penting, tapi tidak kalah pentingnya adalah pemerataan kesempatan kerja dan pendapatan masyarakat. Pembangunan harus bisa dirasakan oleh semua segmen masyarakat secara adil dan merata, bukan hanya dikuasai oleh segelintir rakyat. Apa rencana strategis pemerintah untuk memperkecil kesenjangan pendapatan masyarakat?

Zaman reformasi tidak harus menjadi zaman inequalitas. Perlu langkah strategis pemerintah untuk mengatasinya.

Referensi

  1. https://data.go.id/dataset/rasio-gini
  2. https://www.tutor2u.net/economics/blog/inequality-the-gini-coefficient
Iklan

One thought on “Tahukah Anda? Kesenjangan pendapatan masyarakat Indonesia semakin melebar sejak Zaman Reformasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s