Gambar jeruk bali  diambil dari www.fruitwarehouse.com

Gambar jeruk bali diambil dari http://www.fruitwarehouse.com

Siapa yang tak kenal jeruk bali? Buah yang kaya akan Vitamin C dan berbagai kandungan zat gizi lainnya ini,sering dikonsumsi baik secara langsung buah segarnya maupun yang telah diolah menjadi jus buah.
Namun hati-hati mengkonsumsi jeruk bali (pomelo dalam bahasa Inggrisnya) ketika anda minum obat. Jeruk bali telah terindikasi kuat bisa meningkatkan bioavailibilitas obat.

Bioavailibilitas obat (padanannya dalam bahasa Indonesia mungkin ketersediaan hayati) secara sederhana adalah jumlah obat yang diserap dari usus masuk ke dalam darah sehingga bisa bekerja atau berfungsi pada sel atau jaringan targetnya. Bioavailibilitas ini hanya menyangkut obat yang dikonsumsi melalui mulut. Suatu obat dikatakan secara teoritis memiliki biovailibilitas yang sempurna atau seratus persen jika seluruhnya bisa diserap dari saluran pencernaan. Tidak ada obat yang diberikan melalui mulut (per oral) sampai sekarang ini yang memiliki bioavailibilitas yang sempurna. Hanya obat yang diberikan melalui peredaran darah (suntik dan infus) yang secara teoritis memiliki bioavailibilitas sempurna.

Kembali ke jeruk bali tadi. Bagaimana buah atau jusnya bisa menyebabkan keracunan obat?
Jeruk bali atau jusnya bisa mempertinggi bioavailibilitas obat dengan cara meningkatkan penyerapan atau absorpsi obat-obat tertentu. Dengan demikian, kadar obat tertentu bisa meningkat dua sampai tiga kali lipat dari nilai kadar normalnya. Bagaimana mekanismenya?

Menurut penelitian, jeruk bali memiliki kandungan zat furanocoumarins yang bisa menghambat kerja Cytochrome P3A4 (CYP3A4) di usus halus. CYP3A4 ini memiliki fungsi memetabolisme sebagian obat di sel-sel usus halus sebelum masuk ke peredaran darah. Furanocoumarins menghambat kerja CYP3A4 ini sehingga jumlah obat aktif yang terserap menjadi lebih banyak.

Berapa banyak konsumsi jeruk bali yang menghambat CYP3A4 ini?
Bahkan satu gelas jus jeruk bali (250 ml) sudah bisa menghambat CYP3A4 paling lambat 4 jam setelah meminumnya. Efek hambat ini bisa berlangsung sampai 3 hari setelah meminumnya.

Berikut ini saya daftarkan beberapa obat-obat dengan nama generiknya yang sebaiknya jangan dikonsumsi bersama jeruk bali atau jusnya.
1. obat hipertensi dan jantung: Felodipine, Nisoldipine, Nicardipine, Verapamil.
2. Obat sedatif untuk membantu tidur atau anti kejang: Diazepam, Midazolam, Triazolam.
3. Obat anti kolesterol: Simvastatin, Lovastatin, Atorvastatin
4. Obat kanker, immunosupresan: Cyclosporin
5. Obat alergi: Terfenadine
6. Obat anti muntah: Cisapride

Hindarilah mengkonsumsi jeruk bali atau jusnya, sebelum, selama , dan sesudah mengkonsumsi obat, terutama obat yang saya daftarkan di atas. Kemungkinan terjadinya keracunan obat secara signifikan akan bertambah bila obat-obat tersebut dikonsumsi dengan jeruk bali.
Sumber: dari berbagi sumber