Saya salah satu anggota masyarakat yang sangat kecewa dengan adanya rencana Pemerintah menghapus mata pelajaran IPA di sekolah dasar dalam Kurikulum baru yang dipersiapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dengan alasan apapun, saya kira penghapusan ini akan menggerus kesempatan anak-anak kita untuk mengenal sains dalam usia dini. Padahal pengenalan sains dalam usia dini ini,  bisa menjadi dasar yang baik untuk mengembangkan minat mereka untuk belajar sains ditingkat yang lebih tinggi.

Mendikbud sendiri membantah bahwa pelajaran IPA dan  IPS ini akan dihapuskan, namun akan diintegrasikan ke dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Saya sendiri merasa heran, bagaimana pelajaran IPA bisa diintegrasikan ke dalam pelajaran Bahasa Indonesia padahal keduanya punya karakteristik yang berbeda. Bahasa Indonesia akan mengajarkan kemampuan bahasa yang baik dan benar yang dari pemahaman saya sudah menitikberatkan kepada kecakapan berkomunikasi yang benar dan efektif, sedangkan IPA dimaksudkan untuk memperkenalkan konsep-konsep dasar hukum alam secara sederhana. Tujuannya beda, sehingga evaluasinya juga akan berbeda.

Menurut saya akan lebih masuk akal jika pelajaran Matematika diintegrasikan dengan IPA. Anak-anak akan diajarkan konsep dasar ilmu alam dikombinasikan dengan pelajaran berhitung. Sebagai contoh gampang, anak-anak mungkin bisa belajar berhitung dengan diberikan gambar benda-benda di Tata Surya sekaligus menjelaskan nama-namanya.

Pemerintah berencana sebelum dipakainya Kurikulum baru ini, masyarakat akan diberikan kesempatan untuk  menanggapinya dan memberikan masukan. Saya kira ini langkah yang bagus, dan menuntut kita semua yang peduli akan nasib anak-anak kita di masa depan untuk meluangkan waktu untuk sekedar memberi masukan kepada pemerintah. Oleh karena itu wahai para pakar ilmu pendidikan, ilmuwan, insinyur, peneliti dan siapa saja yang punya kesempatan, berilah pendapat kalian.