Dibawah ini akan saya jelaskan sedikit tentang bagaimana memulai diet. Tahapan ini penting sekali mengingat bahwa diet adalah sebuah usaha yang cukup berat dan berpotensi untuk berhasil, gagal, dan bahkan berefek negatif. Oleh karena itu mulailah diet dengan alasan yang benar.

Mengapa anda mau melakukan diet ?

Ini pertanyaan pertama yang harus dijawab oleh anda dan ini sering pula menjadi pertanyaan awal dokter atau ahli gizi kepada pasien atau klien yang ingin berkonsultasi.

Jawaban atas pertanyaan ini sangat mungkin bisa merefleksikan seberapa besar motivasi seseorang untuk melakukan diet. Dari jawaban ini pula kita bisa mendapatkan tujuan yang ingin dicapai. Tujuan diet yang ingin dicapai penting untuk proses evaluasi, nantinya ketika diet telah dilakukan apakah tercapai atau tidak. Menetapkan tujuan atau target tertentu mesti rasional dan bisa dicapai secara realistis.

Jawaban terhadap pertanyaan di atas seperti “Saya ingin lebih sehat”, “Saya ingin langsing”, “Saya ingin diet agar tidak ditertawakan teman sekolah”, mungkin saja dikatakan oleh seseorang yang ingin berdiet. Ketiganya bisa terlihat jelas memiliki perbedaan dalam hal motivasi dan tujuan.

Sebenarnya untuk tujuan apapun diet anda, tidak masalah, hanya saja saya lebih menekankan aspek kesehatan yang menjadi tujuan utama dan dalam rangka membiasakan diri untuk hidup lebih sehat (healthy life style) yang didalamnya diet termasuk hal yang integral.

Haruskah anda melakukan diet?

Tidak semua orang yang mau melakukan diet perlu melakukannya. Kenapa bisa?

Kita harus membedakan antara alasan subyektif dan alasan obyektif. Dokter untuk memutuskan sesuatu, begitu pula anda harus lebih mengutamakan alasan obyektif dalam mengambil keputusan.

Orang yang memerlukan diet untuk menurunkan berat badan adalah orang yang berat badannya berlebih, dan obesitas. Ukurannya obyektif.

Bagaimana anda tahu bahwa berat badan anda termasuk berlebih? Caranya adalah cukup sederhana seperti pada tulisan saya sebelumnya (di sini). Kalau anda termasuk memiliki berat badan yang beresiko, maka ada alasan kuat untuk melakukan diet.

Cara lain yang juga cukup populer adalah dengan menentukan indeks massa tubuh (IMT) dengan cara berat badan dalam kilogram (kg) dibagi dengan tinggi badan dalam meter (m) kuadrat (IMT= Berat Badan (kg)/Tinggi Badan (m)^2). Sebagai contoh seseorang yang berat badannya 70 kg dengan tinggi badan 160 cm akan memiliki IMT= 70/1,6^2 =  2 7.3 . Interpretasinya bisa menggunakan ukuran yang dipakai oleh WHO dimana IMT yang lebih dari 25 dianggap sebagai berat badan berlebih sementara yang 30 ke atas obesitas. Namun perlu anda tahu bahwa orang-orang asia kecenderungannya memiliki persentase lemak tubuh yang lebih dari orang kaukasia dalam IMT yang sama, karena body frame mereka lebih kecil. Namun sampai saat ini WHO belum merubah standar tersebut karena alasan yang juga bisa dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu saya sarankan memakai angka 25 sebagai titik poin. jadi jika anda memiliki IMT 25 berarti anda sudah perlu berpikir tentang diet yang lebih sehat, apalagi jika anda sudah memiliki IMT di atas 30. Indeks massa tubuh yang norml adalah antara 18.5-24.9.

Alasan obyektif yang lain yang menguatkan disamping berat badan yang berlebih adalah tekanan darah yang lebih dari normal sampai hipertensi, tingginya kadar lemak darah, IFG dan IGT (lihat di sini penjelasannya), riwayat diabetes dalam keluarga dekat (ayah- ibu, kakek-nenek, saudara), gula darah yang naik ketika hamil, ingin punya keturunan. Mengenai yang terakhir, yakni ingin punya keturunan, cukup banyak diantara wanita-wanita yang kegemukan mengalami gangguan pengeluaran telur (ovulasi) akibat gannguan hormonal yang diakibatkan secara langsung atau tidak langsung oleh kondisi kegemukannya. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa penurunan berat badan  5-10 % saja dari berat badan semula akan membuat perbedaan dalam kesuburan wanita yang terganggu karena gemuk. Langkah pertama atau pelengkap langkah yang lain pada wanita gemuk yang ingin punya keturunan adalah diet untuk menurunkan berat badan.

Setelah tahu bahwa anda punya alasan atau indikasi kuat untuk diet penurunan berat badan, barulah anda perlu tahu bagaimana cara melakukan diet yang benar. Mengenai ini akan saya bicarakan dalam tulisan selanjutnya.