Memiliki berat badan berlebih tidak baik bagi kesehatan. Kalau orang-orang tua kita dulu sering menghubungkan kegemukan dan perut gendut dengan kemakmuran seseorang-dan ini dinilai sebagai hal yang positip, membanggakan- namun jaman sekarang para ahli kesehatan malah memperingatkan bahaya kegemukan untuk kesejahteran badaniah seseorang.

Orang yang gemuk atau lebih tepatnya berat badan berlebih dalam jangka panjang jauh lebih rentan terkena penyakit terutama penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung koroner (penyumbatan pembuluh darah jantung), dan penyakit metabolik seperti diabetes mellitus.

Secara singkat, semakin buncit perut seseorang karena lemak maka semakin pendek umurnya. Dari penelitian manusia dan hewan diketahui bahwa lemak yang berkumpul di daerah sekitar perut yang disebut visceral fat adalah lemak yang lebih berbahaya dibanding lemak yang berkumpul dibawah kulit atau lemak subkutan. Lemak daerah perut ini secara metabolik lebih aktif dan lebih memicu sel-sel tubuh untuk tidak peka terhadap hormon insulin (coba lihat tulisan sebelumnya tentang diabetes di sini). Oleh karena itu jika anda memiliki perut yang buncit maka anda sudah perlu berhati-hati dan dianjurkan untuk melakukan upaya untuk mengendurkan kumpulan lemak tersebut,  tentu saja dengan diet dan berolahraga. (Untuk mengetahui tentang bahaya perut buncit dan cara pengukurannya secara mendalam, anda bisa lihat di tulisan ini). Mengurangi lemak perut dengan cara menyedotnya (liposuction) disamping mahal juga masih dalam kontoversi apakah bisa mengurangi resiko atau tidak.

Namun orang yang berlebih berat badannya, tidak selalu perutnya kelihatan buncit, namun masih tetap punya resiko. Untuk mengetahui apakah anda punya berat badan beresiko cukup banyak cara yang sudah diteliti yang bisa digunakan. Satu sama lain punya kelebihan dan kekurangan. Salah satu cara yang gampang dan efektif  dan  patokannya bisa dipakai oleh pria maupun wanita ( ini sudah dibuktikan oleh satu penelitian yang cukup besar sample penelitiannya di Jepang) yaitu dengan menggunakan Waist/Height Ratio (Rasio lingkar perut/tinggi badan). Cara-cara yang lain sering memiliki standar penilaian yang berbeda antara pria dan wanita.

Bagaimana cara mengukurnya? Ukurlah lingkar perut anda setinggi pusat melingkar ke belakang dalam bidang horizontal yang sama (lebih baik jika ada yang membantu anda mengukurnya) dengan memakai meteran yang cukup elastis namun tidak gampang meregang (ada meteran khusus antropometris yang dijual di apotek). Baca pengukuran dalam centimeter. Kemudian tentukan tinggi badan anda dalam centimeter (lebih baik anda lakukan ini di puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan hasil yang akurat). Kemudian bagilah hasil lingkar perut anda dengan tinggi badan anda dan sekarang anda sudah punya Waist/Height ratio.

Sebagai contoh jika lingkar perut seseorang 110 cm dan tinggi badannya 165 cm maka Waist/Height  rationya adalah 110/165= 0,66

Kalau rationya lebih atau sama dengan 0,5 berarti berat badan anda sudah beresiko meskipun perut anda belum kelihatan buncit. Anda jauh lebih beresiko terkena penyakit kardiovaskular dan penyakit metabolik dibanding mereka yang memiliki ratio dibawah 0,5.   Kalau hasil anda dibawah 0,5 pertahankan dan jangan lengah.

Angka standar penilaian itu berlaku baik bagi pria maupun wanita.

Selamat mencoba