Gross Domestic Product (GDP) atau biasa juga disebut Gross National Product adalah index tingkat produktivitas suatu negara. Angka ini menunjukkan secara kasar berapa pendapatan suatu negara yang dilihat dari beberapa aspek seperti berapa nilai keseluruhan barang atau produk, jasa pelayanan yang dihasilkan oleh suatu negara dalam periode tertentu, biasanya dihitung dalam satuan tahun.

Untuk tahun 2007 dari data yang saya dapatkan dari www.boi.go.th, kita bisa  melihat perbandingan GDP nominal negara negara ASEAN seperti yang terlihat dari grafik di bawah.

Dari grafik tersebut kita bisa melihat bahwa Indonesia adalah negara dengan GDP nominal terbesar di di ASEAN. Diperikirakan nilai GDP nominal ini akan mencapai 1 trilyun US Dollar pada tahun 2013 atau paling lambat tahun 2015 jika pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap seperti sekarang ini. GDP nominal 1 trilyun US Dollar ini banyak dikatakan sebagai psychological threshold, yang apabila dicapai akan memberikan efek penguatan kepercayaan diri dan menjadi pintu masuk ke dalam percepatan ekonomi yang lebih laju.

Hanya saja di Negara kita yang menjadi masalah adalah bagaimana pendapatan negara ini bisa didistribusikan secara merata dan adil ke semua masyarakat sehingga semua masyarakat bisa merasakan nikmat kue pembangunan yang dijalankan selama ini.

Keadaan sekarang dimana ekonomi di Indonesia hanya dikuasai oleh segelintir orang melalui korporasi swasta yang mengeksploitasi berbagai kekayaan alam yang notabene merupakan milik seluruh rakyat, akan terus mengekalkan gap pendapatan. Meski kita akui bahwa korporasi swasta tersebut membuka lapangan kerja, namun potensi kesejahteraan masyarakat bisa lebih baik jika pemerintah sendiri yang mengelola kekayan tersebut.

Saat ini terdapat paradoks status ekonomi masyarakat Indonesia yang diakibatkan pengelolaan kekayaan negara yang tidak berkeadilan. Ditengah-tengah kemiskinan begitu banyak rakyat Indonesia, cukup banyak pula orang-orang yang termasuk golongan terkaya di dunia. Ditengah-tengah kehidupan serba terbatas rakyat miskin, kalau kita perhatikan jalan-jalan di kota besar di Indonesia, kita akan melihat mobil-mobil mewah hilir mudik, begitu pula mall-mall penuh dengan pembeli yang tentunya kebanyakan dari golongan ekonomi menengah ke atas yang tak segan membelanjakan uang yang banyak untuk barang barang bermerk hanya demi status dan simbol. Bahkan disinyalir, kebanyakan apartemen-apartemen mewah di Singapura, adalah milik para pejabat dan orang-orang kaya indonesia.

Jadi masalah utama ekonomi Indonesia adalah pemerataan ekonomi, atau dengan kata lain distribusi kekayaan negara saat ini timpang. Ini adalah bom waktu yang sewaktu-waktu bisa meledak dan menghancurkan tatanan sosial masyarakat jika tidak diselesaikan secara tepat dan cepat.

Semua rakyat berhak untuk mendapatkan pekerjaan dan pendapatan yang layak untuk mendukung kehidupan mereka bersama keluarga, dan negara punya kewajiban utama untuk memenuhi hal tersebut. Kalau pemerataan ekonomi ini masih belum tercapai, maka tidak berlebihan dikatakan tujuan bernegara belum tercapai.

 image002